A. Selayang Pandang Wisata Kuliner Indonesia Kabuto
Kabuto adalah salah satu makanan khas masyarakat Muna, Sulawesi Tenggara. Panganan tradisional ini mirip dengan gathot dari Jawa, khususnya daerah Gunungkidul, Yogyakarta. Kesamaan kedua makanan ini adalah
sama-sama berbahan dasar ketela pohon yang telah kering lalu dimasak.
Adapun perbedaannya terletak pada bahan pelengkapnya. Gathot hanya
diberi campuran parutan kelapa dan garam untuk rasa asin atau gula merah
untuk rasa manis. Sementara Kabuto, selain diberi campuran parutan
kelapa, juga ditambahkan dengan ikan asin goreng.
Sejak
dulu, Kabuto merupakan makanan pokok masyarakat Muna yang tinggal di
daerah pesisir sebagai pengganti nasi, terutama pada masa-masa paceklik.
Dilihat dari struktur tanahnya, wilayah yang berada di pesisir pada umumnya
memiliki kondisi tanah yang kurang subur dan jauh dari sumber pengairan
air tawar sehingga tanaman padi sulit untuk tumbuh. Kondisi inilah yang
memaksa penduduk setempat mencari tanaman alternatif selain padi. Maka,
dipilihlah ketela pohon karena makanan dari bahan baku tersebut dapat memberi rasa kenyang dan tahan lama sebagaimana nasi.
Tidak diketahui mengapa kuliner khas Muna ini dinamakan Kabuto. Namun
yang pasti, nama makanan ini tidak ada hubungannya dengan nama salah
satu tokoh animasi film Jepang yaitu Kabuto Yakushi, atau tokoh dalam
film Kamen Rader Kabuto.
Sampai saat ini, Kabuto menjadi salah satu makanan lokal yang banyak dicari oleh para penikmat kuliner. Melihat peluang tersebut, pada tahun 2009 lalu, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Sulawesi Tenggara bekerjasama sama dengan Pusat Kajian Makanan Tradisional (PKMT) dari Universitas Haluoleo (Unhalu) mengadakan
penelitian dan pembuatan Kabuto Instan. Pengkajian ini dilakukan
seiring dengan terbitnya Peraturan Presiden No.22 Tahun 2009 tentang
Kebijakan Percepatan Penganekaraman konsumsi
pangan berbasis sumber daya lokal. Salah satu prioritas dalam kajian
pembuatan Kabuto instan ini adalah penggunaan teknologi yang sederhana
sehingga masyarakat mampu
memproduksinya untuk dijadikan makanan pokok pengganti beras. Selain
itu, pembuatan Kabuto instan juga ditujukan untuk menjadikan makanan
khas Muna ini sebagai makanan yang bergizi tinggi sekaligus memberikan
tambahan aneka rasa seperti rasa kacang hijau, kacang tanah, kedelai,
dan sebagainya.
Cara
mengolah ketela pohon menjadi Kabuto cukup mudah. Ketela pohon terlebih
dahulu dikupas kulitnya lalu dijemur hingga kering. Di Jawa, ketela
pohon kering seperti ini disebut dengan gaplek. Untuk
mendapatkan rasa yang lebih nikmat, ketela pohon harus dijemur lama
sehingga keringnya sempurna. Setelah itu, ketela pohon kering tersebut
dicuci bersih lalu dipotong-potong dan kemudian direbus selama kurang
lebih 1 jam. Sembari menunggu ketela pohonnya matang, Anda dapat
menyiapkan kelapa parut sebagai campuran utamanya. Setelah matang,
ketela pohon disisihkan hingga airnya hilang. Setelah itu, campurkan
dengan parutan kelapa dan aduk hingga merata. Kabuto pun siap disajikan
bersama ikan asin goreng sebagai lauknya. Makanan khas Muna ini lebih
nikmat jika diberi alas daun pisang dan disantap saat masih panas.
B. Keistimewaan
Kabuto
menjadi salah satu sajian istimewa di kalangan masyarakat Muna karena
memiliki citarasa dan aroma yang khas. Kekhasan rasa dan aromanya muncul
dari bahan
dasar ketela pohon yang telah dikeringkan lalu dimasak. Di samping itu,
teksturnya yang kenyal dan ditambah dengan campuran parutan kepala
menambah kenikmatan tersendiri saat Anda mengunyah makanan khas Muna ini.
Makanan
ini akan terasa lebih nikmat jika dimakan bersama dengan ikan asin
goreng. Selain rasanya nikmat dan mengenyangkan, Kabuto juga dipercaya
dapat mencegah penyakit maag. Meskipun kandungan kalorinya lebih rendah dari pada beras, Kabuto dapat dijadikan sebagai makanan pokok pengganti beras.
C. Lokasi
Kabuto dapat Anda jumpai di desa-desa nelayan di kawasan pesisir pantai Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.
D. Harga
Untuk menikmati Kabuto Anda tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam karena harganya cukup murah. Satu porsi Kabuto hanya dibadrol dengan harga sekitar Rp. 4.000,00 hingga Rp. 5.000,00. Harga tersebut sudah termasuk lauk ikan asinnya. (Samsuni/iw/29/01-2012)
Dari berbagai sumber


Sebagai
tips kalau berburu kuliner kaki lima di Brunei adalah alangkah bagusnya
kalau jalan jalan cari makannya bersama beberapa teman karena biasanya
makanan yang di jual seperti baso atau pun ikan bakar serta mie goreng
selalu dalam jumlah banyak walau untuk ukuran satu orang .
Sumber foto: www.kmk312christine.wordpress.com
Berburu Kuliner di Brunei
Kalau anda ingin berkunjung ke Brunei dan ingin mencari tempat makan
yang murah meriah tetapi dijamin enak serta bersih tempatnya datang saja
di sore hari ke kota Gadong karena disana kita akan dimanjakan dengan
berbagai menu khas makanan kaki lima tetapi tingkat ke enakan serta
kebersihan seperti hotel bintang lima.
Mungkin salah satunya karena tingkat kehidupan masyarakat Brunei yang
sudah terbiasa dengan sajian yang menurut sebagian warga Indonesia
termasuk makanan “Mahal” maka makanan yang di jajakan dikaki lima adalah
makanan yang mempunyai basic tinggi seperti penggunaka keju yang kelas
satu atau daging sapi import Australia yang bila di buat baso akan
terasa lembut serta kenyalnya lain dengan rasa daging lokal.

Tapi jangan takut soal harga semuanya murah murah belaka..untuk Cheese
cake dan tiramisu yang rasa & lengitnya selangit hanya di bandrol
BND 1 ( IDR 6 900)saja, cukup murah bukan.
Selain kue kue yang tersedia juga penganan lainnya yang tidak kalah
menarik seperti Ikan bakar yang di salut dengan bumbu bumbu khas melayu
dan dialasi dengan daun pisang menambah cita rasa serta aroma pada
masakan semakin menambah selera untuk merasakannya.
Untuk jenis Ikan berbagai ikan boleh di jumpai dengan mudahnya seperti
Baramundi, Ikan sebelah, Ikan Salmon, Ikan Tenggiri, Ikan Pari dan tentu
saja kepiting dan udang yang semuanya masih segara karena ikan dijual
adalah hasil tangkapan penjual ikan bakarnya.

Ciri
khas dari Ikan bakar di Brunei adalah penambahan sausnya bila di
Indonesia kecap manis dan mentega biasanya di pakai sebagai dasar bumbu
untuk membakarnya di Brunei lain lagi penggunakan sambal belacan (
sambal terasi) yang di campur dengan perahan limau kasturi ( jeruk
kasturi) sebagai bumbu dasaranya.
Hasilnya adalah Ikan terasa segar dengan rasa pedas dan manis sebagai acuannya.
Belum lagi kalau Ikan sudah matang sebagai cocolannya akan di beri beberapa saus lagi sebagai teman untuk menyantapnya.
Seperti Saus Kicap , Saus salsa dan tentu saja sambal belacan yang di
campur dengan perasan jeruk kasturi. Untuk harga ikan biasanya di
bandrol mulai BND 5 ( IRD 35 000) perekor ukuran sedang sampai BND 10 (
IRD 70 000) ukuran besar yang bisa di habiskan oleh 4 orang.

Dan
bila anda rindu dengan penganan khas Indonesia seperti baso jangan
takut di sini pun bermacam macam baso akan di jumpai di mulai baso ayam,
baso daging dan baso telur.
Untuk baso daging seperti yang saya tulis di atas punya kelainan
tersendiri karena penggunaaan daging import dari Australia dan biasanya
dagingnya merupakan dari sapi yang cukup umur dan muda sehingga
menghasilkan baso yang begitu lembut dan terasa kenyal dengan tingkat
sajian yang mak yussss kata Pak Bondan, dan untuk harga baso daging
biasanya di bandrol harga BND 2.5 ( IRD 18 000) cukup murah untuk ukuran
penganan harian yang ada di Brunei.
Terkecuali kalau anda sanggup untuk menghabiskannya tapi saya yakin agak
susah karena kebiasaan di Brunei makanan selalu di hidang cukup untuk
berdua atau bertiga walau kita order untuk satu orang makan saja.
Selamat Tahun Baru Kompasianer !!!!!…. Salam kami dari Brunei…..
Hendra Tedi TINGGAL 14 TAHUN DI BRUNEI , BERDIKARI DI BIDANG KULINER, DAN SEKARANG LAGI KHUSU' BELAJAR JADI BAPAK
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan
komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola
obyek wisata setempat.
- Hotel
- Bank
- ATM dan Penukaran Uang
- Pusat Informasi Wisata
- Restoran dan Cafe
- Biro Perjalanan
- Souvenir / Cindera Hati
- Imigrasi
- Konsulat
- Terminal Bus
- Stasiun Kereta Api
- Pelabuhan Laut / Dermaga
- Pelabuhan Udara / Bandara
- Maskapai Penerbangan
- Kantor Pos
- Telekomunikasi
- Rumah Sakit
- Fotografi & Studio
- Catering
- Fasilitas Lainnya